3:44 AM
1
Tanggal 26 July 2009 mereka tiba di Kota dingin Takengon kami sangat merasa bangga ketika melihat mereka selamat sampai ketujuan tanpa ada kendala apapun. Kami juga merasa bangga karena acara yang sudah lama kami nanti dan kami rencanakan kini datang juga yaiitu Summer Camp. Mereka nampak lelah setelah menempuh 9 jam perjalanan Banda Aceh Takengon dan membawa barang yang sangat berat kami rasa. Maksud kami ingin membantu mereka tapi kami tidak tahu harus berkata apa dan bagaimana kepada mereka agar mereka bisa mengerti. Sebab kami tidak memiliki keahlian dalam berbahasa Inggris maupun Mandarin. Kemudian kami sugukan mereka Kopi, dengan harapan agar mereka bisa melepas lelah dengan suasana yang sederhana itu (Long House).
Kami mulai mengajak mereka berkenalan dengan menyebutkan nama secara individual dengan tujuan agar mengenal satu sama lainnya. Connie, Vivian, Honda, Selly, Seraya, Michel, Aaron, Bonnie, Puici, Ez, Seline, Basroel, Obama, Arul, merupakan nama yang baru yang kami kenal dalam sejarah Summer Camp. Ketika kami mencoba berkomunikasi dengan mereka, ternyata kami hanya bisa menggerakan anggota badan dari pada harus bergahasa Inggris. Kami tidak mereasa sedih meskipun mereka kurang mengerti bahasa Inggris yang kami miliki, namun kami berharap agar mereka semua terhibur selama di Takengon. Tanggal 27 July 2009, kami mulai menjalankan aktifitas yang telah terencana sebelumnya dalam Schedule. Yaitu Tim Building, suatu momenyang penting bagi Pelita dan E- Mate untuk dapat mengenal satu sama lainnya. Dari situlah kami bisa mengenal mereka melalui perkenalan, permainan, dan pendekatan. Saya cukup bangga kepada teman - teman Pelita yang senantiasa terus berusaha mengajak mereka berbicara meskipun mereka tidak begitu mahir dalam berbahasa Inggris.
Tanggal 28 July 2009, kami mulai menyatukan diri dengan mereka menjalankan Program ICT for Teacher. Kami merasa sudah agak sedikit akrab dengan mereka bahkan kami berfikir mereka adalah saudara bukan pendatang. Mereka mengajarkan Blog kepada Mahasiswa Universitas Gajah Putih, bahkan mengajarkan bahasa mandarin kepada mereka. Kami sempat merasa malu dengan kondisi Laboratorium yang kami miliki, Komputer yang tidak mendukung, Listrik yang tidak stabi, dan kurang nyamannya tempat itu. Tapi kamu tetap memberikan senyuman kepada kami meskipun kamu merasa jenuh dengan keadaan saat itu.

1 comments: